Akreditasi Institusi merupakan kewajiban setiap perguruan tinggi di Indonesia. Institut Injil Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Swasta di bawah binaan Kementerian Agama dan Kemenristek DIKTI berkewajiban untuk memenuhi tuntutan pemerintah untuk mengakreditasi Perguruan Tinggi.

            Untuk memperoleh akreditasi oleh BAN PT, setidaknya ada 7 (tujuh) standar mínimum yang harus dimiliki oleh setiap Perguruan Tinggi. Institut Injil Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Swasta terus berbenah dan mempersiapkan diri untuk dapat lolos dalam akreditasi institusi ini. Setelah membuat pelaporan data Perguruan Tinggi dalam Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, Institut Injil Indonesia dianggap layak oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi untuk dilakukan visitasi lapangan. Visitasi lapangan dilakukan oleh BAN PT untuk membuktikan kesesuaian laporan dengan keadaan di lapangan. BAN PT pada kali ini mengutus Dr-Ing. Ir. Danu Ariono dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Hafied Cangara, M.Sc., Ph.D dari Universitas Hasanuddin Makkasar sebagai Tim Assesor Lapangan ke Institut Injil Indonesia pada tanggal 7-9 September 2017.

 

 

            Pada saat kunjungan, para assesor melakukan wawancara dengan para pimpinan, Dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni Institut Injil Indonesia. Wawancara kali ini terasa sangat hangat karena Prof. Hafied Cangara, M.Sc., Ph.D yang merupakan pakar Komunikasi di Indonesia dapat membawa suasana visitasi menjadi nyaman dan hangat.

 

 

            Di sela-sela kunjungan, para asesor BAN PT menyempatkan waktu untuk berkeliling di kompleks Institut Injil Indonesia. Para asesor terlihat senang sekaligus takjub melihat suasana kompleks yang sejuk, ramah, bersih dan tertata rapi. Keadaan ini merupakan wujud keharmonisan dan kekeluargaan yang terjalin erat antara YPPII Batu sebagai Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta dengan Institut Injil Indonesia. Dukungan oleh YPPII Batu memberikan dampak positif bagi Institut Injil Indonesia dalam membentuk karakter dan kualitas mahasiswa di Institut Injil Indonesia.

 

 

            Dampak atas kunjungan BAN PT ke Institut Injil Indonesia, maka I-3 sebagai Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia secara resmi terakreditasi.Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan BAN PT Nomor: 7/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2018 yang diterbitkan oleh BAN PT pada 24 Oktober 2017. Segenap sivitas akademika Institut Injil Indonesia mengucap syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, segenap stakeholder, dan alumni yang tidak pernah berhenti mendukung dan mendoakan Institut Injil Indonesia. Kiranya lewat pengakuan BAN PT kepada Institut Injil Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang berfokus kepada pembentukan para hamba Tuhan dapat membuat Institut Injil Indonesia lebih baik dan lebih bermanfaat bagi Tuhan, masyarakat, dan Gereja. 

 

Dalam upaya menyehatkan data Institusi, Institut Injil Indonesia terus melakukan perbaikan data Institut Injil Indonesia di Pangkalan Data Perguruan Tinggi. Demi mendukung program tersebut, maka Institut Injil Indonesia mengajak para alumni Institut Injil Indonesia (Program Studi S1, S2 dan S3) yang lulus sejak tahun 2011 sampai dengan 2015 mengirimkan data sebagai berikut:

1. Fotocopy KTP (Diperbesar 120%) di kertas ukuran A4. (Jika bapak/ibu belum memiliki KTP elektronik, dapat mengirimkan surat keterangan pengganti KTP Elektronik yang diterbitkan oleh DISPENDUK CAPIL domisili bapak/ibu) 

2. Nama Ibu kandung

 

Data-data tersebut agar segera dikirimkan lewat surat elektronik (Email) ke: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. sebelum 14 September 2017

 

Demikian pengumuman ini disampaikan, dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

 

Tim Legislasi & Publikasi

Institut Injil Indonesia

Institut Injil Indonesia juga tidak mau ketinggalan untuk memperingati Perayaan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017. Pada Kamis, 17 Agustus 2017 tepatnya pukul 07.00 WIB diadakan upacara bendera di kompleks YPPII Batu. Para peserta antara lain, Pengurus Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu, Dosen, Staf dan mahasiswa Institut Injil Indonesia. Upacara ini diadakan oleh unsur pemerintahan yakni dari RW 08. RW 08 adalah Rukun Warga yang wilayahnya adalah kompleks YPPII Batu dimana di dalamnya adalah Institut Injil Indonesia.

Dalam rangka memperingati HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017, Pemerintah Kota Batu menyelenggarakan Upacara Memperingati Proklamasi Indonesia.  Institut Injil Indonesia diundang untuk mengikuti upacara tersebut yang diselenggarakan pada hari kamis, 17 Agustus 2017 pukul 08.00 WIB bertempat di Stadion Brantas Kota Batu. Institut Injil Indonesia menghadirkan Tingkat V untuk mengikuti upacara tersebut. Selesainya upacara masih ada pertunjukkan-pertunjukkan yang ditampilkan mulai dari anak TK, SD, Smp, SMA seKota Batu dan para Masyarakat Kota Batu dalam pertunjukan Drama Kolosal.

Dalam rangka menyongsong HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017, YPPII Batu dan Institut Injil Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menghadiri kegiatan Doa Bersama Dalam Rangka memperingati HUT RI Ke-72, yang telah diselenggarakan pada hari kamis tanggal 17 Agusus 2017 pukul 17.17 WIB, bertempat di Lapangan Pusdikarhanud. Dengan Tema “Indonesia Lebih Kasih Sayang” pembicara dalam doa bersama ini adalah Sekertaris Umum YPPII Batu Jansen Amiman, S.Th., Institut Injil Indonesia mendatangkan sebanyak 200 mahasiswa.

Dalam pengembangan pendidikan program studi, Institut Injil Indonesia secara khusus Program Studi Sarjana Teologi (S1)  terus melakukan pembenahan dan perbaikan agar menjadi program studi yang unggul. Dalam rangka re-akreditasi oleh badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Institut Injil Indonesia menerima visitasi (Asesmen Lapangan) oleh para assesor BAN PT. Pada tanggal 9-10 Agustus 2017 Team Assesor dari BAN-PT yaitu Dr. Daniel Ronda dan Dr. Elka Anakotta mengunjungi Institut Injil Indonesia. Kedatangan Team Assesor ini disambut dengan baik oleh para pimpinan Institut Injil Indonesia, Dosen, Staf dan para mahasiswa.

Para Assesor dengan teliti melakukan assesmen lapangan dengan maksud memeriksa apakah data pada borang akreditasi sesuai dengan keadaan lapangan. Institut Injil Indonesia yang terus belajar dan berbenah diri telah mempersiapkan seluruh arsip kegiatan Prodi Sarjana Teologi di depan para assesor demi memudahkan proses pemeriksaan. Institut Injil Indonesia yang telah menerapkan dan melaksanakan sistem Penjaminan Mutu melampirkan dan mengarsipkan setiap kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Harapan dan doa Institut Injil Indonesia ke depan dapat segera mendapatkan penilaian akhir oleh BAN-PT, sehingga kelangsungan program studi secara khusus program studi Teologi dapat berjalan dengan baik. 

Institut Injil Indonesia telah melaksanakan acara Wisuda, Tepatnya tanggal 8 Agustus 2017, jam 09.00 WIB, di gedung Bukit Zaitun YPPII Batu. Pada acara Wisuda ini, diwisuda sebanyak: 93 winisuda Program Sarjana dan 26 orang dari Program Pascasarjana, terdiri dari: Sarjana Teologi (S.Th.) 36 orang, Sarjana Pendidikan (S.Pd.) 24 orang, Sarjana Agama (S.Ag.) 33 orang, Magister Teologi (M.Th.) 18 orang, Magister Pendidikan (M.Pd.) 4 orang dan Doktor Teologi (D.Th.) 4 orang semuanya yang di wisuda berjumlah 119 orang.

Dengan tema wisuda "Misi Pendidikan Tinggi Teologia di Tengah Pluralittas Bangsa", oleh orator Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th. oleh Ketua PGLII , suatu tujuan dan panggilan hidup khususnya Pendidikan Tinggi Teologi, termasuk dan terutama Pendidikan Teologi Institut Injil Indonesia dan Anak didik Institut Injil Indonesiayang berasal, berada dan bertumbuh-kembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kesempatan yang sama Pdt. Dr. G. Sudarmanto, D.Th menyampaikan sambutannya untuk mengajak para Pendidikan Tinggi selalu bervisi dan bermisi.

Terselenggaranya acara wisuda menghadirkan tamu undangan yang hadir: Kapolres Kota Wisata Batu AKBP Budi Hermanto, S.H., M.Si, Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI: Melius Lahagu, M.Si, dan Ny. D. Pandjaitan (Istri Bpk. Luhut B. Pandjaitan: Menko Kemaritiman RI)

 

“Cinta kuat seperti maut, kegairahannya gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN”, kata Firman Tuhan dalam Kidung Agung 7:6a. Selanjutnya dijelaskan tentang kekuatan cinta bahwa “air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya…” (Kid. Ag. 7:6b). Cinta itu milik Tuhan, dan dikaruniakan kepada manusia untuk saling mencintai, dan membentuk lembaga pernikahan. Namun seringkali mata manusia kabur untuk membedakan antara cinta dan sekedar keinginan yang kuat untuk memiliki seseorang sebagai pasangan dalam membentuk rumah tangga.

Lagi-lagi iblis menjadi kambing hitam. Karena memang iblislah yang telah merusak lembaga pernikahan yang Tuhan sendiri bentuk dan berkati di Taman Edem. Keharmonisan berubah menjadi ketakutan, rasa malu, ketertutupan, rasa superior, dan berbagai penderitaan di dalam lembaga pernikahan.

 

Institut Injil  Indonesia (I-3) memiliki peraturan yang unik sejak dahulu kala, yaitu mahasiswa boleh menjalin hubungan pacaran jika sudah masuk semester lima, dan pertemuan mereka pun difasilitasi di rumah Bp/Ibu unit dua minggu sekali, dari jam 19.00-21.00. Kalaupun memutuskan untuk memulai hubungan pacaran dengan seseorang, adalah setelah sekian waktu didoakan dan dipertimbangkan dari segala sisi, termasuk panggilan ke depan. Agar rumah tangga mereka tidak kandal di tengah jalan.

Dalam persekutuan unit gabungan, Kamis Malam tgl. 9 Maret 2017, di gedung Bukit Zaitun YPPII Batu, diadakan acara seminar “I love you part-4”, dengan nara sumber kali ini adalah pasangan DR. Roland M. Octavianus, Th.M. dengan Ibu Meidar Octavianus, MA. Panggung dimodivikasi oleh mahasiswa I-3, dengan nuansa Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, di sana Bp Roland dan Ibu Meidar telah dipertemukan Tuhan, dan kini usia pernikahan beliau berdua 25 tahun.  

 

Beberapa pernyataan beliau yang sangat membangun mahasiswa I-3 adalah: (1) Putri-putri jangan terlalu cepat gede rasa, jika pria sungguh dari Tuhan, pasti dia akan melangkah dengan serius; (2) Kalau sudah saling percaya, tidak usah khawatir walau posisi berjauhan dalam kurun waktu tertentu; (3) Pertimbangkan memilih isteri yang benar-benar mampu mendidik anak karena jika kelak suami sangat sibuk. (4) Membentuk keluarga adalah untuk melayani Tuhan bersama, bukan sekedar untuk bersenang-senang.

Seminar ini telah menjadi berkat bagi mahasiswa untuk menanti yang dari Tuhan, sesuai rencana dan tujuan Tuhan yang agung.

 

Ujian Proposal Tesis Institut Injil Indonesia, 12 s/d 13 November 2018 Institut Injil Indonesia memiliki empat fakultas yang terdiri dari Fakultas Teologi Kependetaan, Fakultas Misiologi, Fakultas Pendidikan Kristen dan Fakultas Pascasarjana. Keempat Fakultas tersebut telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi

Program Stratum 2 Pendidikan Agama Kristen

005/SK/BAN-PT/Akred/M/I/2015

Program Magister Teologi

005/SK/BAN-PT/Akred/M/I/2015

Dalam pelaksanaan wisuda bagi mahasiswa Institut Injil Indonesia, dilaksanakan  Yudisium pada tanggal 31 Juli 2017 merupakan bagian dari proses untuk menentukan kelayakan kelulusan dan mengikuti wisuda. Lewat acara Yudisium ini, Pimpinan Institut Injil Indonesia memberikan pengarahan secara khusus bagi mahasiswa yang mengikuti Yudisium.

Mahasiswa secara khusus angkatan ke-53 dan angkatan ke-54 yang mengikuti yudisium menyambut dengan sukacita karena melalui itu mereka  dapat mendengarkan secara langsung hasil studi selama 5 tahun 8 bulan bagi S1 dengan gelar S.Th (Sarjana Teologi), S.Ag (Sarjana Agama), dan S.Pd (Sarjana Pendidikan). Yudisium kali ini diikuti oleh 94 mahasiswa dari 3 Prodi dan dinyatakan lulus dan akan diwisuda tanggal 8 Agustus 2017.

Pelaksanaan yudisium bagi mahasiswa yang akan diwisuda berlangsung dengan baik itu semua karena anugerah dan kerjasama semua pihak, biarlah segala kemulian hanya bagi Tuhan.

Institut Injil Indonesia (I-3) adalah bagian integral dari YPPII Batu, karena sebagai salah satu Satuan Kerja YPPII Batu, di mana YPPII Batu adalah sebagai Badan Penyelenggara dari I-3. Bahkan kampus I-3 sendiri berada di dalam kompleks besar YPPII Batu. Karena itu setiap pelayanan dan kegiatan YPPII Batu, I-3 turut serta, termasuk ucapan syukur dan sukacita bersama atas ulang tahun YPPII Batu, yang tahun ini telah berusia 57 th.

Acara Hari Ulang Tahun YPPII Batu diselenggarakan pada tgl 6 Maret 2017, pagi sampai siang Hari Doa, dan malam hari diadakan penyegaran rohani, dan berbagai persembahan pujian, dari mahasiswa Institut Injil Indonesia, dari mahasiswa Universitas Cipta Wacana, dan dari Diakonia YPPII Batu. Dalam acara ucapan syukur malam hari, dua ada orang hamba Tuhan yang setia melayani berpuluh tahun di I-3. Yang pertama adalah Ibu Wito, telah 20 tahun lebih melayani bersama-sama tim nya memasak dan menyediakan makanan bagi mahasiswa I-3, ataupun jika ada even-even khusus di I-3 dan YPPII Batu. Dan kedua adalah Pak Edi yang telah melayani 30 tahun lebih, berawal di dapur I-3, lalu di perpustakaan I-3, dan telah cukup lama melayani di kantor administrasi I-3. Menurut mereka, ketika diwawancarai, melayani dengan setia, bukan karena upah, tetapi memang karena panggilan Tuhan dan ada sukacita dalam melayani Tuhan di I-3.

 

Dalam khotbahnya pada Hari Doa pagi itu, Pondsius Takaliuang, MTh, mengambil teks dari Kitab Ayub 42:10-17. Beliau menjelaskan bahwa Ayub mengalami pemulihan dari Tuhan, setelah dia mengampuni sahabat-sahabatnya yang telah menyakiti hatinya habis-habisan. Mengampuni itu tidak mudah. Tetapi Tuhan mau supaya Ayub melakukannya. Begitu pun dengan YPPII Batu, yang telah banyak mengalami dikecewakan oleh berbagai pihak, tetapi harus bersedia mememberi pengampunan, dan proses pemulihan sedang Tuhan lakukan, dengan cara, waktu, dan hikmat-Nya sendiri.

Pada acara perayaan malam hari, pemotongan kue Ulang Tahun YPPII Batu oleh Ibu H. Octavianus, yang biasanya dengan nama sapaan yang akrab dan hangat adalah “Oma Manis”. Sebelum berdoa untuk YPPII Batu, beliau memberi kesaksian tentang YPPII Batu, bahwa Tuhan telah memulai dan Tuhan yang terus memeliharanya hingga saat ini, bahkan sampai Tuhan Yesus kedua kali kelak. Tentu saja kesaksian beliau begitu lengkap dan detil, karena beliau adalah pelaku sejarah YPPII Batu sejak awal. Ibu Octav dalam kesaksiannya menekankan bahwa kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan itulah yang memungkinkan YPPII Batu ada dan tetap exist sampai saat ini dan seterusnya, berdasarkan Firman-Nya dalam Yesaya 45:2-3, yang diterima oleh DR. Petrus Octavianus dalam retreat bersama di Nongkojajar. Ibu Octav memberi dorongan dan motivasi bagi generasi penerus pelayanan di YPPII Batu, agar tetap setia.

Institut Injil Indonesia memiliki empat fakultas yang terdiri dari Fakultas Teologi Kependetaan, Fakultas Misiologi, Fakultas Pendidikan Kristen dan Fakultas Pascasarjana. Keempat Fakultas tersebut telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi

 

VISI

Menjadi Program Studi Sarjana Misiologi yang misioner dan profesional dalam bidang pendidikan, pengajaran, kajian dan pengembangan pelayanan misi holistik global

 

MISI

1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas di bidang misi di era globalisasi.

2. Melaksanakan penelitian di bidang misi dalam konteks masyarakat era globalisasi.

3. Melaksanakan pelayanan pengabdian di bidang misi kepada gereja, masyarakat, bangsa dan negara di era globalisasi.

 

 

Program Stratum 1 Misiologi

237/SK/BAN-PT/AK-XVII/S/XI/2013

Mengawali tahun ajaran 2017-2018, Institut Injil Indonesia melaksanakan Pekan Orientasi pada tanggal 23-28 Juli 2017 dengan tema “Follow Me”, (Matius 4:19). Berlangsungnya Pekan Orientasi ini merupakan satu momen penting bagi I-3, karena dengan bertambahnya mahasiswa baru, serta mengawali seluruh kegiatan akademik sepanjang tahun ajaran 2017-2018 semua mahasiswa dan seluruh dosen disegarkan dengan Firman Tuhan yang telah disampaikan sepanjang Pekan Orientasi. Pagi hari Firman Tuhan disampaikan dalam bentuk PA (Penelaahan Alkitab), dan malam hari dalam bentuk KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani).

Selain pemberitaan Firman Tuhan, disampaikan Pengarahan oleh Ketua BPPS, Rektor dan Para Pembantu Rektor bidang Akademik, bidang Administrasi, bidang Kemahasiswaan & PKM, dan Legislasi dan Publikasi. Selain itu ada juga pengarahan dari pemerintah setempat yaitu RT dan RW, serta pengarahan dari Bapak dan Ibu Asrama putra dan putri. Dengan semua pengarahan itu diharapkan mahasiswa memahami anggung jawabnya, dan tahu bagaimana membawa diri, serta siap dibentuk dan belajar sungguh-sungguh sebagai hamba Tuhan.

Dalam Pekan Orientasi I-3 ada hal yang menarik, yaitu kesaksian dari  masing-masing mahasiswa orientasi, baik kesaksian pertobatan maupun kesaksian panggilan menjadi hamba Tuhan. Dengan keluguan masing-masing tidak merasa malu menceritakan latar belakang mereka. Tetapi Tuhan dengan berbagai cara-Nya telah menjamah mereka dan membawa kepada-Nya untuk menjadi hamba-Nya. Banyak keajaiban Tuhan lakukan kepada anak-anak muda ini, yang akan menjadi penerus estafet pemberitaan Kabar Baik. Mari dukung mereka,  kiranya Tuhan memberi kekuatan kepada mereka hingga menyelesaikan program studi mereka dengan baik, dan Tuhan memakai mereka secara luar biasa. Juga doakan seluruh dosen dan Pembina agar Tuhan memberi urapan dan hikmat dalam mengajar dan membina seluruh mahasiswa.

AKBP Budi Hermanto sebagai Kapolres baru Kota Wisata Batu, memberi wawasan kebangsaan bagi seluruh peserta Pekan Orientasi I-3, dan menandatangani PAKTA INTEGRITAS “bebas korupsi”. Ini satu even penting baik I-3 dan YPPII Batu sebagai lembaga penyelenggara I-3.

Seluruh Pekan Orientasi I-3 ditutup dengan acara Malam Keakraban, dengan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Ferdinan.S. Manafe dari Ibrani 10:24-25. Dosa telah memisahkan manusia dengan Allah dan sesamanya. Dosa telah merusak keharmonisan yang Allah telah ciptakan. Perbedaan diciptakan Tuhan demi keindahan. Tetapi manusia berdosa sulit menerima perbedaan, dan justru cenderung bermusuhan satu kepada yang lain. Di sinilah tugas dosen dan pembina I-3 kepada setiap mahasiswa yang Tuhan percayakan, untuk saling memperhatikan, saling menolong, saling mewujudkan kasih Kristus. Karena itu jangan menjauhkan diri dari pertemuan ibadah kita.

 

Wisuda ("graduation) adalah merupakan 'pesta akademik' yang sangat menggembirakan, baik bagi para wisudawan yang telah bekerja keras selama kurun waktu studi yang tidak singkat dan diwarnai berbagai pergumulan (pergumulan dana, keluarga, kesehatan, akademik, dll); maupun bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi, melatih, dan memberi banyak pembekalan.

Tepatnya tanggal 4 Maret 2017, jam 09.00 tepat, di gedung Bukit Zaitun YPPII Batu, telah dilangsungkan acara wisuda terhadap 48 winisuda: 37 winisuda dengan gelar S.Th., 10 winisuda dengan gelar S.Pd., dan 1 winisuda dengan gelar M.Th.

Dengan tema wisuda "Kontribusi Pendidikan Tinggi Teologi dalam Peningkatan Intensitas Toleransi di tengah Pluralitas", oleh orator Drs. Andar Gultom, M.Pd, dari Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementrian Agama RI Jakarta, menantang para winisuda mewujudkan peran mereka dengan memberi kontribusi konkrit sebagai produk Pendidikan Tinggi Teologi di tengah pluralitas yang akhir-akhir ini dihembusi oleh spirit intoleransi, khususnya antar etnis dan agama di negeri tercinta NKRI.

Dalam sambutannya, Ketua BPPTS I-3 dan sekaligus sebagai Ketua Umum YPPII Batu, DR. Roland M. Octavianus, Th.M., bahwa kebhinnekaan kita ditegaskan dalam Lambang Negara kita yang bersemboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang artinya “Berbeda-beda, tetapi Tetap Satu”. Selama dua tahun terakhir ini, muncul pertentangan antar kelompok, karena menyinggung isu: suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) meningkat. Tetapi jauh sebelumnya Bpak Pdt. DR. Petrus Octavianus, DD, Ph.D, telah lama merintis jalan pemecahan masalah melalui buku-buku beliau, antara lain berjudul: “Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila sebagai Satu-satunya Azas dalam Hidup Bernegara, Berbangsa, Bermasyarakat”, dengan menegaskan “titik temu” antara ideologi Pancasila dengan teologi Umat Kristen. Keduanya saling mendukung, saling menghormati dan saling menghargai. 

Dr. Gunaryo Sudarmanto, DTh, sebagai Rektor I-3 dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya mengatasi problem disintegrasi sangat bergantung kepada Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Kualitas SDM bergantung kepada kualitas pendidikan yang disediakan. Olehnya sudah menjadi kewajiban bagi negara bersama seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi terselenggaranya proses pendidikan yang berkualitas, sehingga menghasilkan pribadi unggul sebagai anak bangsa yang menjadi pilar pembangunan manusia seutuhnya. 

Institut Injil Indonesia memiliki empat fakultas yang terdiri dari Fakultas Teologi Kependetaan, Fakultas Misiologi, Fakultas Pendidikan Kristen dan Fakultas Pascasarjana. Keempat Fakultas tersebut telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi

Program Stratum 1 Pendidikan Agama Kristen

3554/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2019

Tanggal 7 Mei 2017 dilaksanakan Ibadah Pengutusan baik pelayanan satu tahun maupun pelayanan antar semeser, dengan tema “BERITAKANLAH FIRMAN” dalam 2 Timotius 4:2 “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran”. Pengkhotbah Pdt. Noh Ruku, M.Th.

Pengutusan mahasiswa antar semester dibentuk dalam team yang berjumlah 21 team secara khusus jurusan Teologi, PAK dan juga jurusan Misiologi yang terbagi di berbagai daerah Indonesia. Pengutusan mahasiswa pelayanan delapan bulan yang diutus 8 orang secara khusus mahasiswa jurusan Misiologi Konsentrasi Komunikasi Kristen, 14 orang secara khusus mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Kristen Konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini ke berbagai daerah, baik sekolah, radio lokal, lembaga pelayanan misi sosial dan gereja.

Pengutusan mahasiswa pelayanan satu tahun yang diutus 32 orang secara khusus mahasiswa jurusan Teologi, 6 orang secara khusus mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Kristen Konsentrasi Pendidikan Agama Kristen. 31 orang secara khusus mahasiswa jurusan Misiologi Konsentrasi Misi Lintas  Budaya.

 

Doa dan harapan kita bersama supaya semua pelayanan dapat berhasil dalam ladang pelayanan, selalu memuliakan nama Tuhan, mengandalkan Tuhan saja, dan mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dengan kesetiaan.

Sebagai anak bangsa, patutlah bagi kita mengambil bagian dan terlibat langsung dalam menyikapi dan memberi solusi bagi masalah-masalah kebangsaan. Inilah peran dan fungsi kita sebagai “garam dan terang dunia” yakni secara konkrit mewujudkan keterlibatan dalam penanganan masalah Nasional. Karena bangsa Indonesia adalah rumah kita, tempat kediaman kita, maka tentulah kita yang harus mengurusnya dengan sebaik-baiknya. Apapun problematikanya kita harus tetap cinta Indonesia. Kita harus menjadikan persoalannya menjadi persoalan kita dan wajib membicarakan dan menyelesaikannya sesuai kasih karunia Allah. Seperti pepatah mengatakan: Right or Wrong Indonesia is my Country. Indonesia adalah kita! Nasionalisme kita pun dikentalkan kembali justru pada saat sekarang, yang mana Indonesia sedang membangun identitas dirinya di tengah pengaruh dalam percaturan Internasional.

Oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus, pada tanggal 24-27 Agustus 2016 Institut Injil Indonesia menyelenggarakan Simposium Kristen Nasional dengan mengusung tema: “Reposisi Hukum dan Ham Bagi Kehidupan Bergereja, Berbangsa dan Bernegara Dalam Perspektif Iman Kristen”, dihadiri oleh 850 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia dan kawasan Asia Tenggara yang berlangsung di Kampus Institut Injil Indonesia, Batu, Jawa Timur. Topik-topik bahasan merefleksikan, merepresentasikan dan meresponi kegelisahan para akademisi menghadapi permasalahan Gereja, Bangsa dan Negara yang sedang mengemuka masa kini, yakni; Radikalisme, LGBT, Cyber Crime, Lucifer’s Church, Reposisi Hukum dan HAM.

Signifikansi dan urgensitas Simposium tersebut dapat dilihat dari para pemakalah melalui tampilnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D sebagai keynote speaker dengan topik Reposisi Hukum dan Hak Asasi Manusia. Para Pembicara lain yang mengisi Simposium ini adalah; Dr. G. Sudarmanto, D.Th., DR.Solfianus Reimas, Dr. Teras Narang, S.H., Robby Setiawan Th.D., Morris Ph. Takaliuang, Th.D., Dr. Bambang Noersena, S.H., M.A., dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med., dan Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose., S.H., M.M

Simposium Kristen Nasional diakhiri dengan pembaacaan pernyataan sikap oleh panitia dan telah diteruskan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk ditindaklanjuti demi terciptanya suatu kehidupan ber-Gereja, ber-Bangsa, dan ber-Negara yang rukun dan damai.

Institut Injil Indonesia memiliki tiga fakultas yang terdiri dari Fakultas Teologi Kependetaan, Fakultas Misiologi dan Fakultas Pendidikan Kristen. Ketiga Fakultas tersebut telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi

Program Stratum 1 Teologi Kependetaan

4906/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017

 

 

“Meretas Sinergitas Institut Injil Indonesia Dan

Mitra Dalam Bidang Pendidikan Teologi Dan Pelayanan”

 

Sarasehan untuk pertama kali diadakan yang sebelumnya sudah rutin dilakukan dengan nama KATA (Kebaktian Akhir Tahun Ajaran).

Sarasehan adalah wadah dimana peserta diminta untuk memberikan masukan kepada I-3 dalam bidang teologi dan pelayanan untuk melakukan sinergitas. I-3 membutuhkan masukan-masukan dari stakeholder sehingga bisa ditindaklanjuti untuk mengetahui kebutuhan gereja masa kini. Melalui masukan-masukan dari stakeholder I-3 membangun sebuah kepedulian bukan hanya base on intelektual tetapi juga sesuai dengan kebutuhan di tempat pelayan.

Melalui Sarasehan ini, I-3 ingin sharing mengenai Tata Kelola yang sedang digalakkan oleh pemerintah mengenai pendidikan tinggi swasta khususnya sekolah teologi, terkait dengan peraturan dari pemerintah bahwa persyaratan untuk sebuah sekolah teologi ada jumlah mahasiswa yang harus dipenuhi, ini yang perlu diseringkan bersama, solusi-solusi apa yang harus dibuat, sehingga sekolah-sekolah kristen yang mahasiswanya kurang dari seharusnya tidak dianggap sekolah abal-abal.

 

I-3 yang mampu memperhatikan kriteria yaitu: akademik, karakteristik dan pelayanan. I-3 menjadi anggota ATA, PASTI dan PERSETIA. Setelah I-3 menjadi anggota PERSETIA, alumni I-3 diterima di gereja-gereja mainstream (gereja tua). Motto, menjadi hamba Tuhan yang berkarakter Kristus dan berkompetensi profesional. Misi menjadi jiwa atau hidup di I-3. Apapun yang dipelajari, spiritnya dan misi. Holistik global karena I-3 dan YPPII jangkauan pelayanannya sudah global. Holistik karena cakupan pelayanannya melingkupi banyak aspek, misalnya: pendidikan, anak asuh, gereja dll.

Institut Injil Indonesia memiliki empat fakultas yang terdiri dari Fakultas Teologi Kependetaan, Fakultas Misiologi, Fakultas Pendidikan Kristen dan Fakultas Pascasarjana. Keempat Fakultas tersebut telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi

 

VISI

Menjadi Program Studi Doktor Teologi Injili yang Misioner dan Integratif sebagai rujukan di Asia pada tahun 2035.

 

MISI

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang Teologi injili hingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji.

2. Mengemnbangkan penelitian inter, multi dan transdisipliner di bidang Teologi yang injili.

3. Mengimplementasikan teori-teori Teologi injili yang inter, multi, dan transdisipliner bagi kebutuhan masyarakat Asia.

 

Program Stratum 3 Doktor Teologi

050/SK/BAN-PT/Akred/D//II/2015

Page 3 of 3
Load More