Ulang Tahun YPPII Batu

Institut Injil Indonesia (I-3) adalah bagian integral dari YPPII Batu, karena sebagai salah satu Satuan Kerja YPPII Batu, di mana YPPII Batu adalah sebagai Badan Penyelenggara dari I-3. Bahkan kampus I-3 sendiri berada di dalam kompleks besar YPPII Batu. Karena itu setiap pelayanan dan kegiatan YPPII Batu, I-3 turut serta, termasuk ucapan syukur dan sukacita bersama atas ulang tahun YPPII Batu, yang tahun ini telah berusia 57 th.

Acara Hari Ulang Tahun YPPII Batu diselenggarakan pada tgl 6 Maret 2017, pagi sampai siang Hari Doa, dan malam hari diadakan penyegaran rohani, dan berbagai persembahan pujian, dari mahasiswa Institut Injil Indonesia, dari mahasiswa Universitas Cipta Wacana, dan dari Diakonia YPPII Batu. Dalam acara ucapan syukur malam hari, dua ada orang hamba Tuhan yang setia melayani berpuluh tahun di I-3. Yang pertama adalah Ibu Wito, telah 20 tahun lebih melayani bersama-sama tim nya memasak dan menyediakan makanan bagi mahasiswa I-3, ataupun jika ada even-even khusus di I-3 dan YPPII Batu. Dan kedua adalah Pak Edi yang telah melayani 30 tahun lebih, berawal di dapur I-3, lalu di perpustakaan I-3, dan telah cukup lama melayani di kantor administrasi I-3. Menurut mereka, ketika diwawancarai, melayani dengan setia, bukan karena upah, tetapi memang karena panggilan Tuhan dan ada sukacita dalam melayani Tuhan di I-3.

 

Dalam khotbahnya pada Hari Doa pagi itu, Pondsius Takaliuang, MTh, mengambil teks dari Kitab Ayub 42:10-17. Beliau menjelaskan bahwa Ayub mengalami pemulihan dari Tuhan, setelah dia mengampuni sahabat-sahabatnya yang telah menyakiti hatinya habis-habisan. Mengampuni itu tidak mudah. Tetapi Tuhan mau supaya Ayub melakukannya. Begitu pun dengan YPPII Batu, yang telah banyak mengalami dikecewakan oleh berbagai pihak, tetapi harus bersedia mememberi pengampunan, dan proses pemulihan sedang Tuhan lakukan, dengan cara, waktu, dan hikmat-Nya sendiri.

Pada acara perayaan malam hari, pemotongan kue Ulang Tahun YPPII Batu oleh Ibu H. Octavianus, yang biasanya dengan nama sapaan yang akrab dan hangat adalah “Oma Manis”. Sebelum berdoa untuk YPPII Batu, beliau memberi kesaksian tentang YPPII Batu, bahwa Tuhan telah memulai dan Tuhan yang terus memeliharanya hingga saat ini, bahkan sampai Tuhan Yesus kedua kali kelak. Tentu saja kesaksian beliau begitu lengkap dan detil, karena beliau adalah pelaku sejarah YPPII Batu sejak awal. Ibu Octav dalam kesaksiannya menekankan bahwa kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan itulah yang memungkinkan YPPII Batu ada dan tetap exist sampai saat ini dan seterusnya, berdasarkan Firman-Nya dalam Yesaya 45:2-3, yang diterima oleh DR. Petrus Octavianus dalam retreat bersama di Nongkojajar. Ibu Octav memberi dorongan dan motivasi bagi generasi penerus pelayanan di YPPII Batu, agar tetap setia.