Seminar “I love you part-4” Institut Injil Indonesia – Kamis, 9 Maret 2017

“Cinta kuat seperti maut, kegairahannya gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN”, kata Firman Tuhan dalam Kidung Agung 7:6a. Selanjutnya dijelaskan tentang kekuatan cinta bahwa “air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya…” (Kid. Ag. 7:6b). Cinta itu milik Tuhan, dan dikaruniakan kepada manusia untuk saling mencintai, dan membentuk lembaga pernikahan. Namun seringkali mata manusia kabur untuk membedakan antara cinta dan sekedar keinginan yang kuat untuk memiliki seseorang sebagai pasangan dalam membentuk rumah tangga.

Lagi-lagi iblis menjadi kambing hitam. Karena memang iblislah yang telah merusak lembaga pernikahan yang Tuhan sendiri bentuk dan berkati di Taman Edem. Keharmonisan berubah menjadi ketakutan, rasa malu, ketertutupan, rasa superior, dan berbagai penderitaan di dalam lembaga pernikahan.

 

Institut Injil  Indonesia (I-3) memiliki peraturan yang unik sejak dahulu kala, yaitu mahasiswa boleh menjalin hubungan pacaran jika sudah masuk semester lima, dan pertemuan mereka pun difasilitasi di rumah Bp/Ibu unit dua minggu sekali, dari jam 19.00-21.00. Kalaupun memutuskan untuk memulai hubungan pacaran dengan seseorang, adalah setelah sekian waktu didoakan dan dipertimbangkan dari segala sisi, termasuk panggilan ke depan. Agar rumah tangga mereka tidak kandal di tengah jalan.

Dalam persekutuan unit gabungan, Kamis Malam tgl. 9 Maret 2017, di gedung Bukit Zaitun YPPII Batu, diadakan acara seminar “I love you part-4”, dengan nara sumber kali ini adalah pasangan DR. Roland M. Octavianus, Th.M. dengan Ibu Meidar Octavianus, MA. Panggung dimodivikasi oleh mahasiswa I-3, dengan nuansa Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, di sana Bp Roland dan Ibu Meidar telah dipertemukan Tuhan, dan kini usia pernikahan beliau berdua 25 tahun.  

 

Beberapa pernyataan beliau yang sangat membangun mahasiswa I-3 adalah: (1) Putri-putri jangan terlalu cepat gede rasa, jika pria sungguh dari Tuhan, pasti dia akan melangkah dengan serius; (2) Kalau sudah saling percaya, tidak usah khawatir walau posisi berjauhan dalam kurun waktu tertentu; (3) Pertimbangkan memilih isteri yang benar-benar mampu mendidik anak karena jika kelak suami sangat sibuk. (4) Membentuk keluarga adalah untuk melayani Tuhan bersama, bukan sekedar untuk bersenang-senang.

Seminar ini telah menjadi berkat bagi mahasiswa untuk menanti yang dari Tuhan, sesuai rencana dan tujuan Tuhan yang agung.

 

Videos

More Videos
Watch the video
Banner_Home_1

Berita Kampus

More Articles